logo

February 21, 2017

10 Kota Kuno Yang Tenggelam di Dasar Laut

10 Kota Kuno Yang Tenggelam di Dasar Laut
10 Kota Kuno Yang Tenggelam di Dasar Laut - Menurut sejarah dunia tidak sedikit kota kota yang hilang, bahkan diantara kota kota yang hilang tersebut mempunyai peradaban yang sangat penting pada saat itu.

Menurut para ilmuan dan pakar sejarah, penyebab dari tenggelamnya kota kota kuno ini, mulai dari bencana banjir besar, meletusnya gunung, gempa bumi, tsunami dan aneka mala petaka alam lainya.

Selain itu, terdapat juga mitos yang berkembang pada masyarakat bahwa kota kota tersebut tenggelam karena kutukan yang ditujukan terhadap kota kota kuno ini.

Baca juga: 7 Gunung Merapi Bawah Laut Tertinggi Di Dunia

Mau tahu kota kota kuno apa saja yang tenggelam tersebut! Berikut 10 Kota Kuno Yang Tenggelam di Dasar Laut

  1   Kota Yonaguni Jima, Jepang

Yonaguni Jima adalah kota kuno yang ditemukan di Jepang tepatnya berada di Pulau Yaetama lepas pantai kepulauan Ryukyu. Kota Yonaguni Jima diperkirakan tenggelam ke dasar laut karena terkena dampak gempa bumi sekitar 2000 tahun.

Di Kota ini juga di temukan sejumlah artefak berbentuk lempengan batu kokoh, yang dalam proses pembuatannya membutuhkan teknologi tinggi, jelas belum ada pada masa itu. Selain artefak unik, masih terdapat sebuah kontroversi lain dari kota misterius ini, yaitu di temukannya struktur yang mirip dengan piramida.

Sampai saat ini pakar-pakar arkeolog belum bisa pastikan jika struktur misterius yang mereka temukan di kota Yonaguni Jima itu dikenal sebagai sebuah piramida. Tetapi jika dilihat dari bentuknya yang bertingkat dengan batu yang tertata rapi dalam bentuk segitiga, sulit membayangkan bahwa bangunan tersebut sebagai hasil bentukan alam.

Sejauh hasil temuan para penyelam yang meneliti kota ini tidak sedikit tanda serta relief yang menunjukkan bahwa piramida yang terapat di kota Yonaguni Jima adalah hasil buah tangan manusia. Sedangkan kota Yonaguni Jima sendiri diperkirakan telah ada sejak 5000 tahun yang lalu.

  2   Kota Heracleion, Mesir

1.200 tahun yang lalu kota Mesir kuno Heracleion menghilang di bawah laut Mediterania. Didirikan sekitar abad ke-12 SM, jauh sebelum berdirinya kota Alexandria pada tahun 331 SM, diyakini bahwa Heracleion menjabat sebagai pelabuhan wajib bagi semua kapal yang datang dari Yunani untuk masuk ke Mesir.

Heracleion, juga dikenal sebagai Thonis, adalah sebuah kota Mesir kuno dekat Alexandria. Kota ini tumbuh selama hari-hari memudarnya Firaun, periode akhir, ketika itu kota ini menjadi pelabuhan utama Mesir. Dipercaya bahwa Helen of Troy dan Hercules pernah mengunjungi kota ini, dan bahkan kota ini mendapatkan namanya dari nama Hercules. Ada juga sebuah kuil besar yang didedikasikan untuk pahlawan Yunani di pusat kota. Firaun Nectanebo I membuat banyak penambahan kuil di abad ke-4 SM.

Baca juga: 7 Kota Bawah Tanah Yang Tersebunyi Di Dunia

Sebelum penemuannya pada tahun 2000 oleh arkeolog Franck Goddio dan IEASM (European Institute for Underwater Archaeology), tidak ada jejak kota Thonis atau Heracleion telah ditemukan (kota ini dikenal orang Yunani dengan nama Thonis). Namanya hampir dihapus dari memori manusia, hanya terawetkan dalam teks-teks klasik kuno dan prasasti langka ditemukan di darat oleh para arkeolog.

Dengan pendekatan yang unik berbasis survei menggunakan peralatan teknis yang canggih, Franck Goddio dan timnya dari IEASM, mampu menemukan peta dan menggali bagian kota Thonis-Heracleion, yang terletak 6,5 kilometer dari garis pantai saat ini sekitar 150 kaki di bawah air. Kota ini terletak di dalam area penelitian yang luasnya 11 x 15 kilometer di bagian barat dari Aboukir Bay.

  3   Kota Singa, China

Kota yang di temukan di bawah danau Quiandao ini mendapat julukan sebagai kota Singa karena di sepanjang reruntuhan yang ada terdapat banyak sekali patung singa. Selain itu karena keindahanya reruntuhan dari Lion City sering disebut sebagai situs bawah laut yang paling spektakuler di dunia setelah kota kuno bawah laut Alexandria.

Setelah diperkiraan telah tenggelam selama 53 tahun, kota ini akhirnya kembali ditemukan dalam keadaan reuntuhan yang masih terjaga dengan baik dengan beberapa bagian yang masih terjada dengan utuh.

Kota singa diperlkirakan telah di bangun sejak 1.300 tahun yang lalu. Namun karena letaknya yan berada di kaki gunung kota singa yang luasnya di perkirakan setara dengan 62 kali lapangan sepakbola ini akhirnya tenggelam ketika di bangun sebuah bendungan.

Sekarang kota yang dijuluki sebagai dari Cina ini menjadi salah satu destinasi wisata bawah air favorit di Negri tirai bambu karena keindahanya.

  4   Kota Alexandria, Mesir

1600 tahun lalu kota kuno Alexandria, Mesir, tenggelam karena gempa bumi dan tsunami yang melanda daerah itu. Kota bersejarah itu telah ditemukan termasuk sejumlah sisa-sisa reruntuhan kota yang menjadi jejak sejarah kota kuno itu.

Kota Alexandria merupakan kediaman Cleoptra, ratu mesir yang terkenal. Kota itu juga menjadi saksi sejarah hubungan Cleopatra dengan Julius Caesar, Marc Antony dan Octavius, semuanya adalah petinggi Kerajaan Romawi yang tergila-gila pada oleh Cleopatra.

Meski terbenam selama 1600 tahun, namuna jejak kemewahan istana-istana di Alexandria, masih bisa ditemukan oleh para arkeolog. Dikabarkan, ada sekitar 500.000 rumah ikut terbenam dalam bencana mengerikan kala itu. Ini diketahui dari 700.000 gulungan catatan yang ditemukandi perpustakaan. Ditemukan juga 25 sphinx, patung dewa-dewa juga patung Cleopatra.

Penggalian dipusatkan di bawah laut Pulau Antirhodus yang diperkirakan merupakan pusat istana sang ratu. Penemuan lainnya adalah kapal karam serta tiang granit merah, patung wajah ayah Cleopatra, King Ptolemy XII. Namun sebagian peninggalan itu diminta tidak dibawa naik ke darat karena Pemerintah Mesir menginginkan semua peninggalan pulau Cleopatra itu tetap di dasar laut. Pemerintah berniat menjadikan dasar laut itu sebagai museum di dalam air.

  5   Kota Thira, Yunani & Turki

Kota Thira merupakan ibukota kerajaan Minoa, tenggelam hampir 3500 tahun silam. Penyelaman di laut Aegia antara Yunani dan Turki telah menemukan kembali kota bersejarah itu. Letaknya di dasar laut, dalam laguna pulau Santorin yang dulu merupakan gunung api setinggi 1500 meter di atas muka laut. Atlantis Sekitar tahun 1480 Sebelum Masehi, gunung Santorin purba itu meletus. Seperti juga letusan Krakatau Purba, gunungnya sendiri amblas membentuk semacam kaldera di dasar laut. Amblasnya gunung purba itu mendepak 62 milyar meter kubik air laut yang menghambur bergelombang-gelombang setinggi ratusan meter.

Tsunami ini melesat ke luar Laut Aegia ke segenap penjuru Laut Tengah dengan kecepatan 500 km/jam. Bencana alam inilah yang diduga merupakan bahan mentah kisah filsuf Yunani Plato tentang “benua Atlantis yang hilang”. Setelah penyelaman dan penggalian ahli-ahli arkeologi Universitas Athena menemukan kota Thira yang masih utuh di dasar laut, banyak orang mengambil kesimpulan: itulah ‘benua Atlantis yang hilang’ itu.

Seperti digambarkan oleh George Pararas-Carayannis, Direktur Pusat Informasi Tsunami Internasional di Honolulu, kebudayaan kerajaan yang lenyap ditelan bah itu memang sudah lumayan tingginya. Gedung-gedungnya, ada yang bertingkat satu, dua dan tiga. Di dalamnya ditemukan banyak artifak Minoa dan alat-alat rumah tangga. Tapi kerangka manusia, tak satu pun yang ditemukan di situ. Ada kemungkinan, penduduk kota Minoa sudah mengenal sistim tanda bahaya sebelum gunung api meletus, sehingga mereka punya cukup waktu mengungsi dari pulau itu.

  6   Kota Pavlopetri, Yunani

Kota kuno ini terletak tiga sampai empat meter dari lepas pantai selatan Laconia di Yunani. Dari penelitian ada perkiraan kalau kota ini telah ada pada 2800 SM namun ada pendapat lain bahwa kota lebih tua dari itu, yakni periode Mycenaean. Yang menakjubkan, meski telah berusia ribuan tahun, namun struktur kota yg ditemukan terbilang utuh. Dari artefak tembikar yang ditemukan, diduga dibuat sekitar 1100 SM.

Diperkirakan, dulunya Pavlopetri adalah kota pelabuhan yang maju dan menjadi tempat berbisnis dengan penduduk setempat ataupun dengan pedagang di seluruh Mediterranean. Penemuan tempat ini menambah gambaran pengetahuan baru, khususnya tentang kehidupan masyarakat zaman perunggu.

  7   Dwaraka, India

Di antara penemuan arkeologis yang paling menggairahkan adalah di India, yakni di lepas pantai Dwarka dan Bet Dwarka di Gujarat. Penggalian sudah berlangsung sejak 1983. Dua tempat ini letaknya berjauhan, sekitar 30 kilometer satu sama lain. Dwarka di pantai laut Arab dan Bet Dwarka di Teluk Kutch. Tempat ini dihubungkan dengan legenda mengenai Krishna dan dinilai sebagai satu di antara tujuh kota yang paling kuno di negara ini.

  8   Baiae and Portus Julius, Italy

Baiae adalah kota Romawi kuno yang menghadap Teluk Naples, adalah tempat kaisar, bangsawan, dan orang orang Roma yang kaya pergi menghabiskan waktu di villa villa mereka. Baiae juga terhubung ke pangkalan angkatan laut terbesar Kekaisaran Romawi, Portus Julius. Namun, kota pelabuhan tersebut dibangun di atas sebidang tanah vulkanik, suatu hal yang telah menyebabkannya runtuh ke laut.

  9   Kota Port Royal, Jamaika

Gempa bumi dahsyat telah menghancurkan sebuah kota yang gegap gempita, Port Royal, di Jamaika. Bukan hanya meluluhlantakan kota itu, tapi juga membenamkan semua yang ada di sana ke dasar laut. Dulunya, kota pelabuhan itu sangat terkenal sebagai sarang bajak laut, pelacuran, mabuk-mabukan.

Kota yang berada di Laut Karibia ini tenggelam hampir dua abad silam. Bandar itu dulu dikenal sebagai pusat perdagangan Spanyol yang paling terkenal di Karibia, bahkan di seluruh Amerika waktu itu. Menjelang senja hari, 7 Juni 1692, terasa bumi di bawah Port Royal menggeliat tiga kali, yang segera disusul gelombang pasang.

Tak ada lagi waktu untuk mengungsi. Sebab dalam beberapa menit saja, 90% dari kota bergedung 2000 itu kebanyakan bertingkat dua dan tiga atau amblas atau meluncur ke dalam laut. Lebih dari 2000 orang meninggal seketika. Kerugian harta benda tak tertaksir banyaknya. Catatannya kebanyakan tersimpan di arsip-arsip pemerintahan kolonial Spanyol.

Berpedoman pada arsip-arsip Spanyol itu, tahun 1966 pemerintah Jamaica mulai melancarkan operasi penyelaman dan penggalian besar-besaran untuk menemukan bandar abad ke-17 yang tenggelam itu. Walaupun lokasi kota di bawah-air itu tak terlalu dalam berkisar antara 1 sampai 20 meter sedang seluruh lokasi yang diselami 'hanya' 140 ribu, toh penyelaman dan pengangkatan artifak-artifak Port Royal praktis makan waktu tiga tahun.

  10   Kota Shihoku, Jepang

1000 tahun yang silam, sebuahkota di pantai P.Shihoku yang kini menjadi Teluk Tosa, tenggelam ditelan gelombang pasang dan gempa bumi. Ada seribu keluarga anak manusia yang ikut tenggelam lantaran tak sempat melarikan diri dari serangan tsunami itu. Begitulah dongeng rakyat Jepang di kawasan itu, hampir mirip legenda hilangnya kota Atlantis di Laut Aegia, Yunani.

Namun 15 tahun silam, sisa-sisa kota di dasar Samudera Pasifik itu ditemukan oleh beberapa penyelam secara kebetulan. Sejak saat itu, mulailah persiapan penyelidikan ilmiah untuk mencari kota yang persisnya hilang 1300 tahun silam.
Disclaimer: Gambar, artikel ataupun video yang ada di web ini terkadang berasal dari berbagai sumber media lain. Hak Cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber tersebut. Jika ada masalah terkait hal ini, Anda dapat menghubungi kami disini.